Friday, April 4, 2014

Cara Memperbaiki Komputer tidak bisa Loading



  1. Motherboard dalam keaadaan kotor, Aktifitas komputer/leptop yang sudah berlangsung lama bia menimbulkan debu-debu didalam motherbooard CPU Anda, segera dibersihkan (blowing).
  2. Hardisknya rusak, kadang kalau hardisk sudah dalam keadaan rusak biasanya berbunyi suara-suara yang tidak mengenakkan, disarankan segera ganti dengan yang baru..hehehe
  3. Prossesor,  Nah yang satu ini memang agak langka soalnya sangat jarang kerusakan CPU pada benda tersebut, tapi kalau sudah rusak diganti dengan yang baru aja. Kalo gak bisa juga, gant ke jenis yang satu kelas dibawahnya. contohnya dari dualcore ke pentium 4.

Nah kebetulan kasus pada no 3 yang terjadi dengan CPU Saya. Dan hasilnya CPU Saya bisa beroperasi seperti biasa lagi. Gak nyangka jadinya. Padahal Saya juga sempat ganti prosessornya ke type yang sama tapi gak bisa. Semoga ini bermanfaat bagi sahabat juga yang mengalami kejadian serupa.

    Jenis jenis kurikulum




    Dari beragai perumusan arti kurikulum, secara sepintas dapat kita ambil kesimpulan bahwa kurikulum itu terbagi dalam berbagai jenis seperti yang terencanakan, dilaksanakan, formal, dan informal. Para ahlipun turut menggambarkan jenis kurikulum, sebagai berikut:

    • Menurut Galtthorn

    1. Kurikulum rekomendasi(recomendation curriculum), yaitu kurikulum yang direkondasikan oleh para ahli, asosiasi profesional, komisi pembaharuan pendidikan dan juga berdasarkan kebijakan pemarintah. Kurikulum ini menekankan keharusan untuk mempelajari konsep, keterampilan yang akan dikembangkan menurut persepsi dan sisitem nilai sumber atau sponsor. 
    2. Kurikulum tertulis, juga kurikulum yang sudah direncanakan oleh pemerintah. Kurikulum ini berfungsi sebagai pengendali untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan. Kurikulum inii lebih spesifik dan komprehensif bila dibandingkan dengan kurikulum rekomendasi karena berisi dasar-dasar pertimbangan  atau rasional kurikulum, tujuan yang ingin dicapai sekuen yang harus diikuti serta kegiatan belajar yang harus dilakukan serta bagaimana mengevaluasinya. 
    3. Kurikulum dukungan (suported curriculum), dibentuk  dari sumber-sumber yang dialokasi untuk menunjang kurikulum. Beberapa sumber atau bentuk dukungan yaitu alokasi waktu untuk mata pelajaran tertentu, alokasi waktu untuk guru untuk aspek tertentu,  alokasi personil guru yang digunakan, serta bahan atau alat dan buku teks yang disediakan 
    4. Kurikulum yang diajarkan (the thaught curricullum), yaitu tidak lain apa yang diajarkan oleh guru dikelas. Kurikulum ini sudah tentu berdasarkan kurikulum tertulis.
    5. Kurikulum yang diuji (The tested Curriculum), serangkain bahan pelajaran atau kegiatan beajar yang dinilai melalui tes, baik yang sudah dibuat oleh guru maupun sudah baku.
    6. Kurikulum yang dipelajari (learned Curicullum)  atau sering pula disebut kurikulum hasil belajar (Learning Curriculum) yaitu perubahan nilai, persepsi dan ingkah laku yang terjadi dari pengalaman belajar. Kurikulum ini merupakan apa yang telah dipelajari, dimengerti dan diingat siswa baik dari kurikulum yang diinginkan maupun dari kurikulum yang tersembunyi .
    7. Kurikulum tersembunyi (Hidden Curriculum) kurikulum yang tidak dipelajari tapi dapat dirumuskan sebagai aspek dari sekolah yang lain dari kurikulum yang direncanakan namun berpengaruh terhadap perubahan tingkah laku siswa.
    • Jenis kurikulum menurut Goodlad

    1. Kurikulum Ideal (idealogical Curriculum) yaitu kurikulum yang sebagaimana yang diharapkan oleh para ahli dan guru, yang mencerminkan pengetahuan yang diakumulasi berjaman-jaman. 
    2. Kurikulum formal (Formal Curriculum) yang disetujui dan disahkan oleh pemerintah. 
    3. Kurikulum bayangan(Perceived Curriculum) yaitu kurikulum yang yang ada dalam pikiran yang diinginkan oleh orang tua dan guru.
    4. Kurikulum  operasional (Operational Curriculum) yaitu kurikulum yang dilaksanakan di dalam kelas.
    5. Kurikulum pengalaman (Experience Curriculum) Yaitu kurikulum yang dialami oleh murid.

    • Jenis kurikulum berdasarkan organisasi kurikulum

    1. Seperated Subject Curriculum 
    2. Correlated Curriculum 
    3. Board Filed Curriculum 
    4. Core Curriculum
    • Jenis Kurikulum dari segi perencanaan dan pelaksanaan

    1. Kurikulum kebijakan (Policy Curriculum) 
    2. Kurikulum Rekomendasi ( Recomendation Curriculum) 
    3. Kurikulum Ideal ( Idealogical Curriculum) 
    4. Kurikulum yang diajarakan atau kurikulum nyata (Taught Curriculum atau Real Curriculum) 
    5. Kurikulum Tersembunyi ( Hidden Curriculum) 
    6. Kurikulum yang dialami siswa (Experience Curriculum) 
    7. Kurikulum yang dipelajari (Learned Curriculum) 
    8. Kurikulum yang diuji (Tested Curriculum) 
    9. Kurikulum yang sebagai hasil belajar (Learning Result Curriculum)


    Referensi: Mandalika, Mulyadi. 2003. Dasar-Dasar Kurikulum. Surabaya. Surabaya Intellectual Club

    Tuesday, March 25, 2014

    Head and Modifiers Of Syntax


    Syntactic structure is deal with how words are grouped into a sentence. The beginning way to do that is has to combine each word into a phrase. Radford (2009: 39) stated that  phrases  and  sentences  are  built  up  by  a  series  of  merger operations, each  of  which  combines  a  pair  of  constituents  together to  form a larger constituent. Meanwhile, Miller (2002, 21) said “the term ‘phrase’ is applied to single words and to sequences of words. This reflects the view that a single noun such as sand occupies a slot in which a phrase could occur”. He also added that words   are   grouped   into phrases and   that   groupings   typically   bring together heads and their modifiers. Head is that certain relationships hold between words whereby one word. It controls the other words. Modifier is one or more words modify the head of a phrase.
    Base on the statement above, it can simply say that phrase is words   are   grouped that typically   bring together heads and their modifiers, head close to the maintain of words while modifier is the followers of head.
    The   distinction   between   heads   and   modifiers   has   been   put   in   terms of one   word,   the   head controls the other words   in   a phrase, the modifiers. If we think of language as a way of conveying information which is what every speaker does with language some of the time we can consider the head as conveying a central piece of information and the modifiers as conveying extra information, for example:
    • Expensive books
    Thus in the phrase expensive books, the head word books indicates the very large set of things that count   as   books,   while  expensive  indicates   that   the   speaker   is   drawing attention not to the whole set but to the subset of books that are expensive. In the longer phrase the expensive books, the word the signals that the speaker is referring to a set of books which have already been mentioned or are otherwise obvious in a particular context. 

    reference:


    • Carnie A. 2006. Syntax: A Generative Introduction. Victoria: Blackwell.

    Sunday, March 23, 2014

    Pengertian Kurikulum



    Pengertian kurikulum secara harafia

    Istilah kurukulum pertama kali muncul dalam kamus webster pada tahun 1856. Kurikulum berasal dari bahasa latin Currerre yang berarti:

    • Berlari cepat 
    • Tergesa gesa 
    • Menjalani

    Dari kata currerre dijadikan kata benda menjadi curriculum yang berarti:

    • Tempat berlari atau tempat perlombaan atau balapan atau lapangan perlombaan ( a place for running)

    • Jarak yang harus ditempuh dalam perlombaan atau balapan ( a rce course)

    • Kereta pacu yang membaa seseotrang dari start ke finish (chariot)

    Nah, dari pengertian tersebut jelas sudah  bahwa istilah kurikulum dipakai bukanlah istilah dibidang pendidikan tetapi istilah dibidang olah raga atau atletik.

    Lebih jauh dari pengenrtian kurikulum lagi yaitu:

    • Dalam kamus Webster istilah kurikulum yang dipakai dalam bidang pendidikan berarti sejumlah mata pelajaran pada perguruan tinggi. Sedangkan dalam kamus yang sama pada tahun 1953 kurikulum diartikan yakni ... a specified fixed course of study, as in a school or collage as one leading to a degree.

    • Pengertian senama dapat pula disimak menurut encylopedia Americana, yaitu Curriculum in general usage, means what is thaught by a school, particularly the subject matter of regular course. Atas dasar pengertian tersebut, dapat dikatakan bahwa kurikulum sekolah tinggi adalah program studi atau keseluruhan mata pelajaran yang diberikan di sekolah tinggi.

    Pengertian kurukulum menurut para ahli
     
    Pandangan tradisional

    • Wiliam B rangan dalam  bukunya “moderen Elementary Curricullum” pada tahun 1966 mengemukakan bahwa kurikulum adalah mata pelajaran atau bahan yang di ajarkan di sekolah.
    • Pandangan pertengahan abad XX

    •  Pengertian traditional juga telah berkembang pada abad pertengahan abad XX. Kurikulum diartikan sebagai “sejumlah pelajaran yang harus ditempuh oleh siswa untk kenaikan kelas atau ijazah” (Hendyat Soetopo dan Wasty Soemanto, 1986)

    • Oemar Hamalik (1975), bahwa kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh murid untuk memperoleh ijazah
    Pandangan Modern


    • Pandangan Hila Taba dalam bukunya “Curriculum Development, Theory and Practive”, mengartikan kurikulum sebagai “ a plan for learning”, yakni sesuatu yang direncanakan untuk dipelajari oleh anak-anak.

    • Pandangan Mac. Donald, Kurikulum sebagai rencana kegiatan  yang akan diajarkan untuk menuntun pengajaran
    • Pandangan Beauchamp, bahwa kurikulum sebagai dokumen tertulis yang memuat rencana untuk pendidikan peserta didik selama belajar di sekolah
    Oke itu saja dulu ya....